Berita tentang Gunung Merapi sudah banyak di mana-mana sejak di tingkatkannya status gunung ini menjadi awas pada tanggal 25 Oktober 2010. Penulis yang kebetulan tinggal di radius 26 Km dari puncak merapi merasakan betul effek yang timbul akibat merapi, tapi tetep bersyukur karena tidak mengungsi seperti saudarasaudara kita yang lain. Walaupun KRB untuk merapi sudah di naikkan menjadi 20 Km tapi penulis rasa daerah penulis masih aman terkecuali merapi meletus besar hanya Allah SWT yang tau.
Merapi mengeluarkan material berupa magma dan yang sudah sangat terkenal yaitu awan panas ( Wedhus Gembel ) pertamanya pada tanggal 26 Oktober 2010, satu hari setelah status aktifitasnya menjadi awas. Setelah kejadian itu merapi menunjukkan aktifitasnya yang terus meningkat walaupun kadang kala terjadi penurunan. Sampai pada tanggal 4 November 2010 merapi kembali mengeluarkan materialnya yang katanya 3x lebih besar dari yang pertama. Kalau sudah ngomong tetang merapi memang ndak ada habisnya antara kenyataan, ramalan, prakiraan dan lain sebagainya tidak ada yang bisa memastikan kapan semua ini akan selesai normal seperti bisanya. Penulis hanya bisa berdoa Semoga bencana ini cepat berakhir tidak berlarut-larut, Korban yang kehilangan sanak saudara maupun harta bendanya di beri ketabahan,kekuatan dan percayalah bahwa suatu hari nanti akan ada hikmah yang besar di balik semua ini. Amien

Kenyataannya magelang khususnya daerah muntilan dan sekitarnya masih di selimuti abu vulkanik merapi yang cukup tebal dan hal ini mengakibatkan jalan sangat berdebu sehingga mengurangi jarak pandang pengguna jalan. Karena tidak hanya hujan abu vulkanik saja yang terjadi tetapi juga hujan pasir maka sulit untuk di bersihkan. Kalau suasana panas abu tersebut berterbangan kesana kemari menutupi jarak pandang dan kalau hujan berubah menjadi lumpur yang becek di jalanan mengakibatkan jalan menjadi licin dan banyak kendaraan roda 2 yang jatuh karena ini. Efeek dari banjir lahar dingin di sungai yang muaranya di Gunung merapi juga mulai kelihatan, khususnya di daerah magelang banyak jembatan yang di lalui banjir lahar dingin ini menjadi tidak bisa di gunakan sebagai mana mestinya karena rusak. Dari segi pertanian juga banyak yang mengalami kerugian, bagi mereka yang menanan tanaman polowijo atau sayuran mereka mengalami gagal panen karena sayuran mereka cepat busuk saking tebalnya ketutup oleh abu vulkanik merapi. Dari sektor perikanan banyak puluhan hektar lahan perikanan yang gagal panen karen ikan yang mereka benihkan mati kolam yang sangat asam ketutup abu vulkanik merapi. Sektor peternakan banyak dari mereka yang harus menjual hewan peliharaannya karena di tinggal mengungsi dan tidak bisa memberi makan,rumput yang biasanya bisa di ambil kini telah tertutup abu vulkanik. Hal ini sedikit contoh dari sektor perekonomian yang mati karena bencana merapi. Masih banyak lagi masyarakat yang tidak bisa menjalankan aktifitas mereka seperti biasanya karena banyak kendala yang di hadapi. Dua minggu sudah Hari2 kami lalui dengan abu vulkanik ini, tikngakat kejenuhan masyarakat yang setiap hari harus berhadapan dengan abu vulkanik ini menjadikan kami tidak bisa bebas untuk melakukan aktifitas dan yang tidak kalah pentingnya masyarakat di sekitar penulis mulai mengeluhkan kesulitan memperoleh bahan pokok atau logistik karena toko-toko masih tutup, perekonomian mati, dan kalaupun ada pasti harganya sudah sangat mahal.Mungkin untuk beberapa hari kami masih bisabertahan tetepi kalau terus menerus dan tidak ada sumber penghasilan yang masuk maka mungkin tidak bisa bertahan lebih lama lagi.
Mungkin itu sedikit yang dapat penulis ceritakan tentang keadaan yang terjadi di sini... kapan-kapan penulis akan update lagi blog penulis ini... ada sedikit gambar yang penulis bisa tampilkan biar tidak dianggap hoax.... heheheh




Merapi mengeluarkan material berupa magma dan yang sudah sangat terkenal yaitu awan panas ( Wedhus Gembel ) pertamanya pada tanggal 26 Oktober 2010, satu hari setelah status aktifitasnya menjadi awas. Setelah kejadian itu merapi menunjukkan aktifitasnya yang terus meningkat walaupun kadang kala terjadi penurunan. Sampai pada tanggal 4 November 2010 merapi kembali mengeluarkan materialnya yang katanya 3x lebih besar dari yang pertama. Kalau sudah ngomong tetang merapi memang ndak ada habisnya antara kenyataan, ramalan, prakiraan dan lain sebagainya tidak ada yang bisa memastikan kapan semua ini akan selesai normal seperti bisanya. Penulis hanya bisa berdoa Semoga bencana ini cepat berakhir tidak berlarut-larut, Korban yang kehilangan sanak saudara maupun harta bendanya di beri ketabahan,kekuatan dan percayalah bahwa suatu hari nanti akan ada hikmah yang besar di balik semua ini. Amien

Kenyataannya magelang khususnya daerah muntilan dan sekitarnya masih di selimuti abu vulkanik merapi yang cukup tebal dan hal ini mengakibatkan jalan sangat berdebu sehingga mengurangi jarak pandang pengguna jalan. Karena tidak hanya hujan abu vulkanik saja yang terjadi tetapi juga hujan pasir maka sulit untuk di bersihkan. Kalau suasana panas abu tersebut berterbangan kesana kemari menutupi jarak pandang dan kalau hujan berubah menjadi lumpur yang becek di jalanan mengakibatkan jalan menjadi licin dan banyak kendaraan roda 2 yang jatuh karena ini. Efeek dari banjir lahar dingin di sungai yang muaranya di Gunung merapi juga mulai kelihatan, khususnya di daerah magelang banyak jembatan yang di lalui banjir lahar dingin ini menjadi tidak bisa di gunakan sebagai mana mestinya karena rusak. Dari segi pertanian juga banyak yang mengalami kerugian, bagi mereka yang menanan tanaman polowijo atau sayuran mereka mengalami gagal panen karena sayuran mereka cepat busuk saking tebalnya ketutup oleh abu vulkanik merapi. Dari sektor perikanan banyak puluhan hektar lahan perikanan yang gagal panen karen ikan yang mereka benihkan mati kolam yang sangat asam ketutup abu vulkanik merapi. Sektor peternakan banyak dari mereka yang harus menjual hewan peliharaannya karena di tinggal mengungsi dan tidak bisa memberi makan,rumput yang biasanya bisa di ambil kini telah tertutup abu vulkanik. Hal ini sedikit contoh dari sektor perekonomian yang mati karena bencana merapi. Masih banyak lagi masyarakat yang tidak bisa menjalankan aktifitas mereka seperti biasanya karena banyak kendala yang di hadapi. Dua minggu sudah Hari2 kami lalui dengan abu vulkanik ini, tikngakat kejenuhan masyarakat yang setiap hari harus berhadapan dengan abu vulkanik ini menjadikan kami tidak bisa bebas untuk melakukan aktifitas dan yang tidak kalah pentingnya masyarakat di sekitar penulis mulai mengeluhkan kesulitan memperoleh bahan pokok atau logistik karena toko-toko masih tutup, perekonomian mati, dan kalaupun ada pasti harganya sudah sangat mahal.Mungkin untuk beberapa hari kami masih bisabertahan tetepi kalau terus menerus dan tidak ada sumber penghasilan yang masuk maka mungkin tidak bisa bertahan lebih lama lagi.
Mungkin itu sedikit yang dapat penulis ceritakan tentang keadaan yang terjadi di sini... kapan-kapan penulis akan update lagi blog penulis ini... ada sedikit gambar yang penulis bisa tampilkan biar tidak dianggap hoax.... heheheh

Keadaan setelan erupsi tanggal 04 November 2010

Banjir lahar dingin di sungai krasak Perbatasan DIY dan Jawa Tengah

Banjir lahar dingin di sungai belan

Suasana pengungsian di Stadiun Meguo Harjo yogyakarta

3 komentar:
moga cepet berlalu dan tenang kembali........
amien...
ayo bangkit!
Poskan Komentar